Welcome To MOZAIC DUNIA . .

"Temukan sisi lain dari dunia ini , , temukan beragam keunikannya dan kau akan lebih amaze dengan dunia-mu . . ."
:)

Selasa, 07 September 2010

100% Indonesia : #7 PT DI Telah Memproduksi Helikopter-Helikopter Canggih

 

1.Heklikopter NBO 105 P


Apabila kita membicarakan helikopter tempur, pastinya tidak akan jauh-jauh dari jenis heli semacam: AH-1 Cobra, AH-64 Apache, atau Agusta A129 Mangusta dan lain-lain, yang mungkin bagi Angkatan Bersenjata Indonesia saat ini masih merupakan barang mewah yang entah kapan bisa di beli. Walau begitu kita masih bisa sedikit lega karena saat ini Angkatan Bersenjata Indonesia sudah bisa unjuk gigi dengan helikopter serbu Mil Mi-35 buatan Rusia, tapi seperti kita ketahui bersama jumlah heli Mil Mi-35 yang ada saat ini masih belum cukup untuk memenuhi standar ideal bagi suatu angkatan bersenjata sebuah negara seluas Indonesia.

Salah satu alternatif untuk memenuhi pengadaan helikopter tempur bagi Angkatan Bersenjata Indonesia adalah dengan memberdayakan helikopter produksi PT DI yaitu helikopter NBO 105 yang di modifikasi menjadi helikopter tempur seperti versi Bo 105P yang bisa di gunakan sebagai Helikopter tempur dengan kemampuan anti tank dengan menggendong rudal HOT ATGMs (Anti Tank Guided Missiles), helikopter model ini sudah di gunakan di negara asalnya Jerman sana dan bahkan sempat dilangsir dua versi yaitu Bo 105P PAH-1 dan Bo 105P PAH-1A1, walaupun saat ini tugas dari heli Bo 105P sudah mulai di ganti oleh heli tempur yang lebih baru yaitu Eurocopter Tiger.

NBO 105 sendiri adalah helikopter ringan , serbaguna , bermesin ganda , yang dibuat oleh PT DI dengan lisensi dari Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB) yang sekarang menjadi bagian dari Eurocopter. Eurocopter hanya memproduksi Bo 105 sampai tahun 1997. Jalur produksi Bo 105 kemudian diganti untuk produksi EC 135. Sedang untuk PT DI produksi NBO 105 masih berlanjut sampai sekarang, namun rata-rata produksi helikopter jenis NBO 105 ini di peruntukan bagi sipil dan POLRI. Ada juga versi militer yang di gunakan oleh TNI Angkatan Darat namun dengan kemampuan terbatas, hanya untuk serang darat dengan di cantoli roket FFAR yang juga buatan dari PT DI.

2. Helikopter EC 725 / EC 225


PT Dirgantara Indonesia dan Eurocopter Prancis meresmikan awal pembuatan airframe helikopter mutakhir EC 725 / EC 225, pagi ini, Rabu 27 Januari 2010.
"Ini sebagai realisasi kerjasama yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada tahun 2008 lalu," ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso di hanggar Aerostructure PTDI.
Dalam kerjasama ini, kata Budi, pihaknya akan mengerjakan pembuatan komponen tailboom dan fuselage untuk kedua helikopter itu hingga tahun 2020. "Komponen itu kemudian akan dikirim ke pabrik EC di Perancis untuk dirakit dengan komponen lainnya menjadi helikopter EC 725 atau EC 225," katanya.

Realisasi kerjasama ini ditandai dengan penyerahan rivet gun oleh Budi Santoso dan Vice President Airframe Eurocopter Andreas Stoeckle kepada dua karyawan PTDI, untuk kemudian dilakukan pengerjaan pertama riveting komponen tailboom.

Budi menambahkan, kerjasama ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya yang sudah dirintis sejak 1978. Saat itu PT DI merakit helikopter NAS-330 Puma yang dilanjutkan dengan pembuatan airframe NAS-332 Super Puma tiga tahun kemudian.

1 komentar:

Bagaimana menurut anda dengan tampilan dan isi Blog saya ??